Gara-gara ngeblog kopi darat + dapet HP dgn Pak Anindya Bakrie, Eric Meyer

Me with Pak Anindya Bakrie
Me with Pak Anindya Bakrie

Kurang lebih 2 Minggu yang lalu saya membaca twitter dari Pak Rony Yuzirman founder TDA ( Tangan Di Atas ) maaf untuk twitnya sendiri saya lupa, yang pasti disitu ada nama twitternya Pak Anindya Bakrie hmm..kayaknya penting nih jadi followernya biar ketularan “wangi” soo??  jadi saya harus bergaul dengan “tukang minyak wangi” kan ? hehe. Beliau saat ini adalah Presiden Director/ CEO dari 5 perusahaan besar sekaligus yaitu Vivanews.com, tvOne, PT Bakrie Telecom, antv, Capital Managers Asia wow !.
Di profile twit beliau ada blognya http://www.aninbakrie.com, langsung aja ke TKP dan terlihat ada threat yang menarik  yaitu tentang pembajakan musik.

Berikut threatnya silahkan klik disini

Singkat cerita beliau mengadakan esai di blognya untuk ide bagaimana memerangi pembajakan di Indonesia. Tanpa berfikir panjang langsung saya coba memberikan ide, maklum saya termasuk korban pembajakan 🙂 jadi uneg-uneg langsung keluar dengan sendirinya..

Ketika nulis ide ini sempat terlitas dipikiran ” wah asik kali dapat HP gratis ” + ide saya dapat bermanfaat bagi orang banyak weeehh. Setelah posting,  beberapa hari saya sudah lupa maklum sibuk sama kerjaan tapi kalo dalam ilmu NLP namanya ikhlas (melupakan) . Dan ternyata ! dapat email bahwa saya salah satu pemenang  HP Esia + Makan siang Gratis sekalian ramah tamah dengan Pak Anindya + tempatnya sebelah kantor saya pula Hotel Intercontinental wow !! is it co accident ? atau ini yang namanya hukum saling ketertarikan (Law of Attraction ) ? hmm..

Sesampai diruangan meeting room saya bertemu beberapa pemenang esai dari lintas profesi ada programmer, finance consulant, mahasiswi, bahkan ada yang dari Surabaya bela2in ke Jakarta. Saya yakin yang dari Surabaya ini bukan karena hadiah HPnya tapi kesempatan yang langka bertemu dengan orang-orang yang menurut saya mempunyai energi, karisma tersendiri di bidangnya bahkan di Indonesia. Tak ketinggalan juga ternyata Pak Eric Meyer yang merupakan otak kreatif dibalik suksesnya Esia turut hadir,  wow!! nice to meet you pak ! bgitu status twitter saya dan petinggi2 label Sony, Musica, Warner Music juga juga hadir, yang sudah tentu tidak asing lagi bagi saya yang berprofesi seniman musik hmm.. label….label….

Setelah saling berdiskusi dengan para pemengang sambil menyantap makan siang,  Pak Anin baru datang. Beliau agak telat dikarenakan harus mengantar mahasiswa2 dari Standford pulang ke negaranya dan beliau boleh dibilang sebagai turis guide dadakan, maklum Pak Anin satu almamater alias lulusan Standford.

flash back tentang piracy

Singkat cerita setelah perkenalan, sebelum masuk ke tema pembajakan beliau seditik flash back mengenai keadaan masyarakat Timur dari perang dunia II,  dimana dunia Barat yang mengambil alih sebagian besar perekonomian dunia. Yaitu masyarakat Timur lebih menjadi sebagai penjahit daripada sebagai designer. Beliau mencontohkan jika masyarakat timur memproduksi HP 1 juta maka masyarakat barat akan membeli semuanya namun hutang terlebih dahulu,  jadi udah kita yang produksi,  dihutangin pula lagi..inilah yang terjadi sampai sekarang. Beliau juga mencotohkan produk sepatu nike yang banyak diproduksi di negara timur termasuk Indonesia dan di eskpor ke dunia barat namun barat sendiri hutang terlebih dahulu yaa jadi bayarnya belakangan untuk design sendiri mereka mengadakan sayembara mengenai design sepatu ke negara-negara timur setelah ditentukan pemenang mereka bikin di timur juga setelah jadi mereka beli borongan dengan hutang juga. Dan naasnya lagi bayarnya pake dollar dan negara barat sendiri dalam hal ini Amerika-lah yang punya pabrik cetak uang dollar weehh!! bisa dibayangkan kan?? dan Amerika salah satu contoh negara yang mempunyai hutang terbesar di dunia saat ini.  Kebayangkan untuk bayarnya mereka gimana? ya tinggal cetak aja uang dollar banyak2 trus distribusikan, mantaab dan bisa dibayangkan kan??

“Nah untuk merubah ini, kita masyarakat timur dalam hal ini Indonesia harus menjadi penjahit, designer, dan sebagai penjual ! dimulai dengan membuat pulau2 yang kecil terlebih dahulu seperti pertemuan2 kita siang ini ” tegas Pak Anin. Dengan demikian 5 tahun mendatang diharapkan akan berdampak bagi kemajuan Indonesia yang independent di segala bidang.

Inilah yang menjadi tugas kita bersama untuk menjadi penjahit dan designer dimana yang membedakan dari profesi tersebut adalah faktor kreativitas.

Point diataslah yang menurut saya salah satu point esia yang selalu melakukan invoasi, breakthrough untuk produk2nya. Salah satunya adalah esia music box ini, dimana dengan aplikasi yang terintegaarasi di HP dengan biaya seribu perak orang dapat download lagu maksimal 30 hari wehh…smartkan ? inilah salah satu kreatifitas untuk memerangi pembajakan di Indonesia. Terus terang saya sebagai seniman musik sangat appreaciate kepada esia yang turut peran dalam “mengakali” pembajakan musik ini ( maklum saya merupakan salah satu korban hehe ) salut ! buat esia. Jadi mari kita adu kreatifitas dengan pembajak..

Di sela-sela diskusi tentang pembajakan, saya bertanya mengenai filosofi dan pandangan mengenai hidup ke beliau, ” wah kaya sudah tua aja saya ini, ditanya kaya gini ” sapa Pak Anin sambil becanda. Lalu beliau becerita tentang makna hidup ini yang selalu dia anut turun menurut di keluarga Bakrie yang juga merupakan “filosofi” dari perusahaan Bakrie. Ada 3 hal yang didapat dari kakek beliau yaitu Ahmad Bakrie 1. Keindonesiaan, 2. Saling berbagi, dan 3. Bermanfaat bagi orang banyak. Selain itu beliau menambahakan hidup ini sangat cepat dan singkat sekali dan beliau baru membaca suatu buku tentang peradaban dunia dari jaman Dinosaurus sampai sekarang yang tebalnya kurang lebih seperti kamus. Di buku ini, beliau bilang untuk jaman nabi Muhammad saja hanya 1 lembar, weks..bisa dibayangkan begitu singkatnya kita di dunia maka  mari kita berlomba2 untuk memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan, bahkan bagi bangsa kita sesuai dengan hadis nabi ” sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain” tambah beliau.

Sekali lagi terima kasih atas apresiasi, waktu, sharing, alias kopi daratanya Pak! semoga silaturahmi kita terus berlanjut baik itu secara langsung ataupun di dunia maya..

Semoga bermanfaat.

Advertisements

3 thoughts on “Gara-gara ngeblog kopi darat + dapet HP dgn Pak Anindya Bakrie, Eric Meyer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s