SLA ( Service Level Agreement ) ala Tuhan

Akhir Januari 2011 ini saya banyak menghadiri meeting yang membicarakan tentang SLA serta SOP kantor saya dengan client-client yang premium. Dari masalah waktu eskalasi jika ada problem harus sekian menit respon, monitoring service yang  24 jam 7 hari, monthly report yang cukup detail, dan masih banyak lagi sampai beberapa kali refisi. Saya memperhatikan begitu profesionallnya orang2 ini menghandle customer2nya dengan sempurna.  Apalagi service yang kita lihat jika di hotel, lebih2 lagi dari cara komunikasi, tata cara senyum, salaman, menyapa, wah harus perfect semuanya.Semua bisnis pasti ada penjual dan pembeli dimana penjual harus memberikan pelayanan yang sebaik mungkin untuk mendapatkan pelanggan. Dari sisi bisnis hal2 di atas dilakukan agar customer menggunakan layanan atau membeli produk kita alias UUD ( Ujung Ujung Duit ).

Saya berfikir bagaimana SLA-nya Tuhan ya ? yang telah memberikan kepada kita alam semesta beserta isinya termasuk manusia berupa kekayaan alam, laut, air, udara/oksigen, matahari, bulan, buah2an, keluarga, saudara, orang tua, kesehatan, pekerjaan yang baik, makanan, minuman, tangan ini, kaki ini, mata ini, lidah, kuping, organ2 tubuh yang bekerja secara otomatis, suara, waduh banyak juga ya..

dan semuanya UNLIMITED !!! dan GRATISSS !!

SLAnya berapa ya ? 100 % atau ~ % ( baca : tak terhingga persen ). Apa malah kebalik seharusnya kita yang kasih SLA ke Tuhan yang udah kasih kita produk berupa kenikmatan2 di atas ? Gratis lagi..coba kita pikir2 lagi..

Terkadang kita menunda sholat, menunda sedekah, kurang bersyukur, terlalu sibuk dengan pekerjaan, hobi, bisnis, dll tapi apakah barang2 yang disediakan Tuhan akan ditarik lagi dari dalam diri kita ? gak tuh masih dia kasih teruss baik itu, udara yang kita hirup, kesehatan, tangan, kaki untuk melangkah, mata untuk melihat keindahanNya, anak sehat, dicukupkan makanan kita setiap hari, dan buanyaak lagi..

Ya Alloh maafkan saya, jadikanlah saya dan keluarga yang selalu “ngeh” atas semua KaruniaMu, menikmati, dan mengembangkannya agar bermanfaat untuk saya, keluarga, orang tua, dan orang banyak Amieen..

Essensinya melayani orang lain = melayani Tuhan

Karena Dia selalu ada di setiap diri seseorang..

Jadi bukan sekedar kepentingan bisnis namun ada sisi spiritual kita yang berperan dalam melayanani pelanggan2 atau dalam membuat suatu system/SOP yaitu kita melayani Dia juga.

Semoga bermanfaat.

Udet

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s