Kebahagiaan

Semua manusia di planet ini menginginkan kebahagiaan,  pasti !

Apapun yang orang inginkan pasti dikarenakan keinginan tersebut akan membuat mereka menjadi bahagia. Apakah itu kesehatan, uang, hubungan cinta, materi, prestasi, pekerjaan atau apapun keinginan kita pasti dasarnya adalah kepengen bahagia.

Tapi ingatlah rasa bahagia atau kebahagiaan tersebut sebenarnya sudah ada di dalam diri kita. Suatu kejadian diluar diri kita sifatnya netral, tidak positif dan juga tidak negatif, jadiii yang nentuin yaa kita sendiri mau negatif or positif.

Kebahagiaan adalah keadaan dalam diri kita dan sesuatu di luar hanya dapat membawa kebahagiaan sementara/sekilas karena hal-hal yang berupa materi bersifat tidak kekal. Kebahagiaan yang kekal datang dari diri kita sendiri untuk memilih bahagia secara permanen/kekal. Bila kita memilih kebahagiaan, maka kita akan menarik semua hal yang bahagia juga.

Bener banget kata mas Arvan Pradiansyah, ” If you wanna  be happy, be happy now ! ” titik !

tapi terus terang perlu latian yang giat agar otot2 bahagia dalam diri kita, jadi seperti ade rai   hehe..

Salam bahagia

Udet

Subhanallah !

“Barangsiapa yang membahagiakan seorang mukmin dengan memberinya karena lapar, membayar hutangnya, atau melonggarkan kesempitan urusan dunianya, maka ALLAH akan melonggarkannya dari kesulitan akhirat. Dan barangsiapa member kesempatan kepada orang dalam kemudahkan, memudahkan hutang orang yang dalam kesulitan, maka ALLAH akan memberinya naungan pada hari yang tidak ada naungan lagi. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya ke ujung kampung untuk mengokohkan hajatnya maka ALLAH akan kokohkan kakinya di hari yang banyak kaki tergelincir. Dan sungguh seseorang diantara kalian berjalan untuk memenuhi hajat saudaranya lebih baik baginya dari beriktikaf di masjidku selama satu bulan.” (HR Al Hakim)

Diriwatkankan bahwa Imam Syafiy rahimakulullah menangis, menyalahkan dirinya sendiri ketika ada salah seorang sahabatnya yang meminjam uang kepadanya. Setelah ia berikan pinjaman itu, ia tegur dirinya sendiri;”Kenapa saya tidak tanggap dengan kesulitan sahabat saya sehingga ia harus meminjam, seharusnya sebelum ia memijam, saya sudah berikan bantuan itu kepadanya.”

Semoga bermanfaat dan silahkan disebarkan untuk lebih bermanfaat 🙂

Udet

Perdana Magriban Dengan Khosyi di Masjid

Kemarin akhirnya perdana saya mengajak Khosy sholat magrib di Masjid Al Muhajirin belakang rumah. Khosyi seneng banget mukanya begitu masuk masjid, Alhamdullilah ketika sholat Khosyi mengikuti smua gerak2 sholat. Bahkan ketika Al-Fatihah Khosyi udah bisa ngikutin soalnya dia juga udh belajar sholat di sekolah PAUD-nya. Yaa Aji mumpung istilahnya, karena Khosyi yang baru berumur 3 thn ibarat kertas masih putih bersih yang belum ada coretan2 yang susah untuk diilangin. Ini salah satu program yg saya tanamkan ke anak2 saya agar mereka membiasakan ke masjid walaupun saat ini saya sendiri masih dalam proses rajin lagi ke masjid :). Saya harapkan kalo adzan selain istri yang ingetin ada anak2 saya yang ingetin 🙂 karena sudah saya ‘komporin’ ke masjid .