Remove Group BBM for Adding Quality Time

Sebelum bangun dari tidur saya mencoba membiasakan duduk terlebih dahulu, tarif nafas dalaaaam buaaaang perlahan ..Alhamdulilah bersyukur atas ‘bangun’ ini,  hari ini, nafas ini, tubuh ini, anak2 dan istri  saya yg terlihat masih nyenyak tertidur, atap rumah ini, tempat tidur ini dst dan berdoa untuk rencana hari ini.

Namun ada kebiasaan baru setelah jurnal syukur di atas 🙂 yaitu cek semua notifikasi yang ada di mobil Blackberry saya emails, bbm, YM, dan twitter. Kurang lebih hal ini menghabiskan 1-5 menit sebelum menyiapkan segala sesuatunya untuk berangkat beraktifitas. Malah terkadang jika hari libur cek-ricek notifikasi blackberry ini membuat waktu yang berkualitas untuk keluarga terbuang untuk ngurusin gadget ini.

Yang seharusnya kita bisa asik2-an dengan anak ngelukis bareng, baca buku cerita, maen boneka2an, atau apapun itu walaupun cuma sebentar dampaknya sangat luarrr biasa, coba aja buktiin hehe. Ini saya pelajari dari Ayah Edy Praktisi Multiple Intelligence & Holistic Learning untuk anak-anak.

Saat ini secara bertahap saya coba kurangi hal2 yang menurut saya tidak apa2 jika tidak adapun,  yakni remove beberapa group bbm di Blackberry saya yang tadinya ada 5 grup jadi 2 saja. Hal ini sudah saya pikirkan matang2 dan bukan bermaksud memutuskan silaturahmi atau apa, namun ada hal yang lebih penting menurut saya, toh contact2 yg di grup yang saya hapus mereka semua ada di facebook dan beberapa ada sudah ada juga di BBM contact saya. Jadi jika ada kegiatan2 grup tersebut saya cek aja via website facebook saja. Facebook saya pun settingan notifikasi ke email saya sudah saya disable semuanya untuk mengurangi notifikasi di Blackberry.

Harapan saya,dengan hal di atas  saya dapat menambah waktu luang saya dihabiskan untuk waktu yang lebih penting walaupun cuma 1- 5 menit.

Bagaimanapun tetappp saya majikannya Blackberry bukan  sebaliknya 🙂

*jangan ditiru ya, ini cuma konsep saya untuk mencoba hidup minimalis.Jadi yang gak setuju saya mengerti 🙂

Semoga bermanfaat.

Udet

 

 

 

 

 

Advertisements

Anakku Guruku

Lagi lagi posting mengenai anakku Khosyi, memang anak itu membuat hidup lebih hidup, gak percaya cobain aja punya anak tapi jangan bikin anak doang ya hahahha…

Minggu kemarin dirumah kebetulan ada saudara dari Malaysia dan sodara dari Bogor dateng juga, jadi lalu lintas dan percakapan antar anggota keluarga ramai bin heboh. Istri ngurusin anak ke 2 kami Rakeem yang masih 3 bulan + masak orderan MacaroniMami hari itu untuk dibawa  ke Malaysia, sementara saya coba bantu istri nyalain oven, molesin mobil, dan setelah itu kita juga siap-siapin barang untuk jalan ke rumah kakaku untuk silaturahmi.

Dengan suasana rumah seperti di atas sering kali dapat berdampak pada suasana hati kita menjadi negatif yang ujung2nya berdampak juga kepada sikap perkataan menjadi negatif juga. Pas kemarin suasan hati jadi gak rileks akibat impuls dari suasana rumah yg kurang kondusif hehe..,  saya lihat anak saya yang sedang asik banget fokus dengan maenannya baik itu buku gambar, mewarnain dll.  Khosyi gak pengaruh dan gak ke ganggu dengan situasi rumah yang sedang mess kaya di pasar 🙂 .

Ngeliatin Khosyi asik sendiri maen, batin saya ngomong ” Weeh Khosyi asik sendiri walaupun rumah lagi heboh, kok bisa ya ? ”

Itulah anak kecil pola pikirnya belum terkontaminasi oleh suatu konsep, ajaran2 untuk mengartikan suatu kejadian disekitarnya. Konsep anak kecil cuma bermain atau melakukan sesuatu karena SUKA that’s it . Walaupun disekitarnya banyak kejadian yang dapat mengganggu moodnya tapi nyatanya Khosyi tetep asik dan fokus dengan mainannya.

Dari kejadian inilah saya mengambil pelajaran bahwa yang menentukan “mood” hati saya adalah bukan karena rumah lagi rame, bukan orang2 lagi pada berisik, bukan kejadian2 yang ada di sekitar kita melainkan sayalah yang memegang remote kendali untuk suasan hati saya mau bahagia saat ini atau marah, bete, dll tinggal pilih dan  pencet salah satu tombol remote tersebut 🙂 .

Khosyi and Rakeem is my lovely children but their are my teacher as well 🙂

Salam kebahagiaan.

Udet

 

Good Business is Good Service

Mei lalu saya silaturahmi dengan pemilik Siomay Onlen mas Akung di daerah Joglo untuk sharing mengenai bisnis yang ia jalani. Udah dikasih ilmunya + disuguin siomay lagi..weh makasih mas Akung 🙂

Hasil sharing dari sore ampe adzan Isya pointnya yang sampai saat ini nempel di otak adalah

– Good Business is a Good Service

– Ilmu marketing yang beliau anut adalah Marketing Anti Teori

Tanggal 21-22 Juni 2011 kemarin juga saya training mengenai Services di Ayana Resort Bali oleh Bryan Williams seorang mantan busboy sampai jadi Global Corporate Director of Training & Organizational Effectiveness ( panjang benerr ya ) selama 10 tahun beliau bekerja di Ritz Carlton. Saat ini beliau menjadi consultant dibidang services yang dibuatnya sendiri yaitu Bryan William Enterprise, kebayang kan ilmunya kaya apaan si Williams ini?

Baik Mas Akung dan Mister Bryan Williams ini ada kesamaan yaitu pentingnya Services apapun bisnisnya. Namun ada perbedaan yang esensi mengenai  sudut pandang arti kata Services atau pelayanan dari dua orang yang tinggal di berbeda benua ini yaitu jika Mr. Bryan cerdas secara Emotional Intelligent kalau Mas Akung cerdas secara Spiritual Intelligent yang otomatis cerdas juga secara emosional

Tapi saat ini saya coba sharing mengenai filosofinya Mas Akung dalam berbisnis yaitu Good Business is Good Service titik ! udah, cuma itu aja dipegang maka cepat atau lambat kalau kita mempertahankannya, bisnis kita akan berkembang menjadi besar.

Kalau bisnis modern ada promo produk secara gratis maka Mas Akung tidak mengenal kata barang promo melainkan barang sedekah.Kata beliau jika saya  kasih siomay ke orang untuk promo maka kita pasti mengharapkan barang kita dibeli orang. Tapi jika kita sedekahin produk kita ke orang2 artinya kita tidak mengharapkan sesuatu melainkan hanya utk membuat orang itu senang + dapat pahala lagi 🙂 . Namun pada hakekatnya sedekah itu pasti dibalas oleh Allah, bukan brarti sedekah siomay dibalas siomay yah hehe..bisa jadi kesehatan, nama baik, hubungan baik,  produk kita dikenal baik dan seterusnya. Dan kenyataannya bisnis siomay mas Akung saat ini yang baru berumur satu tahun sudah mempunyai omset per bulan 200-300 porsi ( rata-rata ) dimana satu porsinya 7rb perak ! belum lagi spesial order yang sekali pesan ratusan porsi.

Rahasia percepatan bisnis beliau juga terletak di ibadah beliau yang kencengg abiss. Pas saya kesana hari Kamis, beliau sedang berpuasa dan dari kegiatan yang saya lihat di facebook  beliau sering melakukan kegiatan sosial dan dakwah melaui account pribadinya di Facebook. Bukan bermaksud riya atau apa,  namun inilah buktinya iman kita di test dimana YAKIN  dan selalu mengikutsertakan Tuhan dalam segala hal saya ulangin seeeegaalaaaaa hal ! Lagi2 pengalaman saya untuk mencapai level ini perlu latian dan sayapun sampai saat masih belajar untuk selalu mengikutsertakan Allah dalam segala hal AMIEEN… mohon amienin juga ya..hehe..

Oke balik lagi ke  bahas service

Kalau saya lihat service pada bisnis modern ujung2nya adalah agar orang membeli atau menggunakan produk/ service yaaa.. ujungnya  UUD ( Ujung Ujung Duit ) hehe. Namun metode service yang dijalani Mas Akung adalah beliau melayanani karena mereka/customer adalah mahluk Tuhan alias as a human being yang wajib kita jamu apapun status sosialnya.

Bisnis itu bukan hanya mikiriin profit target saja namun yang lebih penting adalah daya tahan. Bisnis adalah lari marathon bukan sprint, just slow down and focus for the quality and services.  Yang terpenting dalam bisnis selain produk yang udah kudu harus manteb bin bagus yaitu Pelayanan/ Service.

Tuhan menciptakan semua yang ada di alam semesta ini atas dasar kebaikan, manusia adalah sebagai khalifah Tuhan. Maka jika kita melayanani sesama manusia maka secara tidak langsung kita telah melayanai Tuhan. Sekalipun kita tidak mendapatkan feedback yang negatif dari orang yang kita layanani tersebut. Namun untuk mencapai level seperti ini lagi lagi butuh latian dan waktu *pengalaman pribadi 🙂

Demikian, semoga kita dapat memberikan pelayanan yang excellence kepada semua pelanggan dan semua orang yang bukan pelanggan kita tak terkecuali 🙂

Salam enak dihati.

Udet

 

 

 

 

Bermain Layang-Layang

Musim libur telah tiba, sempat kemarin kepikir pengen banget beli layangan dan maen layangan sama anak, eh Alhamdulilah pulang kerja, mata digerakan olehNYA ngeliat warung yang jual layangan. Langsung ngerem putbal ( puter balik ) dan beli 4 layangan dan 2 gulungan benang total harga hanya Rp 6000 perak saja !

Abis beli layangan sampe rumah timbul masalah baru yaitu lupa2 inget bikin tali kama hahaha..akhirnya konsultasi dengan bokap/mertua yang kebetulan inget 🙂 abisan cari di google sama youtube belum ada hehe..

Minggu kemarin 19 Juni 2011 nyore di depan masjid  dengan Khosyi, Mami, and Rakeem dibantu dengan staff ahli ( mba nya Khosyi ) untuk bermain layangan.Ogut terakhir maen layangan mungkin puluhan tahun yg lalu kali yaq hahahha..namun rasa kangen maen layangan terkabul sudah sore itu. Sambil senyum2 merasakan nikmatnya nerbaning layang2 dan megang layangan yang udah kelip ( tinggi ) wow u must try it ! seriously

Apalagi ngasih benangnya ke anak Khosyi dan ngeliat mukanya sambil narik2 benang layangan. Alhamdulilah we spent quality time and quantity time with my family. Dan wajib rasanya ogut nulis pengalaman ini yang sepertinya biasa saja tapi impactnya secara emosional dan fisikal luarr biasaa.

Maen layang2 menurut ogut salah satu alternatif hiburan keluarga yang murah, meriah, dan berkualitas 🙂

Ogut nulis sekarang lagi di Bali dan Insya Alloh bisa bawa ole2 barang yg murah, meriah, dan berkualitas juga yaitu Layang2 hias yg gede kas Bali..hihi..soalnya di Jakarta jarang yg ada..tp bingung nih bawanya Insya Alloh dimudahkan semuanya amienn..

Salam kebahagiaan..

Udet