Selamat Jalan “Dai Sejuta Umat”

” Zainnudin MZ meninggall !!?? ”  begitulah reaksi saya pagi ini setelah nguping percakapan temen kantor, saya langsung bangun dari tempat duduk dan memastikan bahwa bener apa gak. Dan.. ternyata bener 😦

Walaupun saya tidak pernah bertemu langsung dengan Beliau, namun saya pribadi merasa kehilangan yang sangatttt. Dari kecil SMP, SMA, kuliah sampai saat ini sudah berkeluarga, dakwah beliau selalu menjadi tuntunan, inpirasi, pedoman untuk selalu mencoba menjadi seorang muslim yang lebih baik.

Waktu kuliah saya selalu pantengin frekuensi2 radio yang nyiarin dakwah beliau yang  selalu menemai saya di perjalanan di bus, dikereta, dimobil,  baik itu waktu subuh brangkat kuliah pulang kuliah apalagi pas dibulan Ramadhan kayaknya belum sreg kalo belum dengerin ceramah beliau yang sederhana, kocak, cablak, namun DALEM maknanya.

Saya setuju banget dengan komentar dari sahabat beliau H. Rhoma Irama sore ini di TV One yang terlihat matanya sembab karena sangat terpukul dengan kepergian sahabatnya .” Beliaulah pembuka dakwah hingga  dunia dakwah di Indonesia  saat ini menjadi ramai dengan ciri khasnya masing2. Dulu dakwah tidak diminati dikarenakan penyampaiannya yang kurang menarik, tetapi sejak adanya KH Zainnudin MZ dengan metode beliau yang fresh, unik, jenaka, dengan bahasa yang ringan dimata masyarakat , dengan lelucon yang konyol, dengan mencontohkan dengan cerita2 yg simple yg sehari2 masyakarat temui, beliau dapat menyampaikan pesan dakwahnya kepada masyarakat Indonesia.

Ceramah beliau sangat universal bahkan kalangan non Muslimpun tidak sedikit yang rajin mengikuti ceramah beliau. Gak heran memang apa yang Beliau sampaikan bersifat universal sehingga dengan mudah diterima di segala kalangan dari rakyat kecil sampai para penguasa sekalipun.

Jika di bulan Ramadhan diantara sekian banyak TV yang menghadirkan penceramah2, gak tau kenapa saya pasti memilih KH. Zainnudin MZ untuk menyirami hati saya di sore hari sebelum berbuka. Namun Ramadhan tahun kita kehilangan dakwah2 beliau yang selalu sederhana namun sangat mengena, yang selalu diselingi lelucon yang jenaka bin kocak !

Bang H. Rhoma Irama juga mengatakan, sambil menahan tangisannya ” Saat ini saya mempunyai cita2 dengan beliau dengan beberapa teman ulama2 lain yaitu untuk mempersatukan umat Islam yang saat ini terpecah belah”. Yang selalu Bang H. Rhoma  ingat adalah beliau tidak pernah marah sekalipun dengan orang2 yang membencinya, beliau suka sekali humor, saya seperti sudah kaya orang pacaran ” kata bang Rhoma sambil menangis 😦

Salah satu anaknya Almarhum, Fikri juga mengatakan “jika Bapak sakit, hanya satu obatnya yaitu bertemu umat dengan berdakwah, jika sudah bertemu umat maka sakitnya langsung sembuh ” Subhanallah..

Salah satu pelayat yg ada di TV Elshinta ibu2 dengan suaminya datang jauh dari Pondok Labu ke Gandaria mengatakan dengan mata berkaca2 ” Saya sangat kehilangan beliau apalagi akan datangnya bulan Ramadhan Agustus nanti yang biasanya TV selalu ada beliau ” 😦

KH. Zainnudin MZ secara tidak langsung mempunyai tempat khusus di hidup saya dari SD sampai saat ini berkeluarga. Smoga amal kebaikan beliau diterima di sisi Allah SWT dan segala kehilafan, dosa2 beliau diampuni oleh Allah SWT.

Keluarga, kerabat, saudara yang ditinggalkan selalu tabah dan semoga cita2 Beliau untuk mempersatukan umat Islam dapat tercapai melalui kita sebagai generasi penerus bangsa dengan ulama2 sebagai guru2 kita.

Selamat jalan  Pak Guru, Pak  Kiai “Dai Sejuta Umat”

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s