” thank you mom “

Ini bukan posting berbayar loh, but its a perfect video commercial from P&G tentang Ibu ” The hardest job in the world is the best job in the world ” begitulah judul  iklannya

Ketika nonton ini terus terang agak2 berkaca mataku 🙂

Memang bener kasih ibu tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia..

Begitulah kata-kata di dalam lagu ” Kasih Ibu” ..  cocok !

just watch, see the experience about our mom and  ready to cry a bit

Dedicated to all moms in the whole world !

” thank you mom “

Ini bukan posting berbayar loh, but its a perfect video commercial from P&G tentang Ibu ” The hardest job in the world is the best job in the world ” begitulah judul  iklannya

Ketika nonton ini terus terang agak2 berkaca mataku 🙂

Memang bener kasih ibu tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia..

Begitulah kata-kata di dalam lagu ” Kasih Ibu” ..  cocok !

just watch, see the experience about our mom and  ready to cry a bit

Dedicated to all moms in the whole world !

take less to live more

Pengen nulis lebih lagi terkait tweet ogut kemarin ” zaman sudah berubah tapi sebenernya yang dibutuhkan manusia dari dulu gak berubah ”

Memang kita sadari zaman sudah berubah apalagi hidup di kota2 besar  yang namanya teknologi informasi tahu sendiri perkembangannya yang saat ini merubah gaya hidup manusia. Smart phone, notebook, remote tv, email, facebook, confrence, blackberry, mesin cuci, dan buanyaak lagi. Semua jadi dibikin gampang tinggal ketik selesai, tinggal jepret jadi, tinggal email terkirim, tinggal sms banking  lunas , tinggal gesek bayar dll.

Melihat semua ini  korporasi, perusahaan besar sony, mac, toshiba, sharp, blackberry, pizza hut, toyota, honda, mc donald, canon, hp, microsoft, samsung dsb berlomba-lomba mempersiapkan strategi marketing, promosi untuk “meng-sugesti” kita semua bahwa produk mereka memberi solusi, bermanfaat, dan dibutuhkan oleh kita semua. Kerennya lagi mereka sudah planning jangka panjang  dan gak pernah berhenti agar kita semua secara berkelanjutan membeli produk mereka.

Saya akui beberapa menurut saya memang diperlukan, ga tau deh apa saya jadi korban corporate juga kali ya hehe..

Yang manusia butuhkan manusia sebenarnya terbatas sekali, contoh sederhana adalah makanan kita sehari-hari. Sebenarnya yang dibutuhkan untuk tubuh kita untuk kenyang setelah lapar gak banyak. Tapi gara2 gambar menu yang menarik seperti beli paket A, paket B, dst jadilah yang tadinya cuma butuh menu A jadi pilih paket B :)

Lain contoh mengenai gadget or smart phone, bulan ini tipe smartphone A, bulan depan baru lagi tipe B, bulan depan lagi merk lain dengan tipe yang lebih canggeeh bin ajaib dan sebagainya. Sebenernya kan yang dibutuhkan bisa telpon2an + sms or bb-an lah minimum. Namun akibat strategi global korporasi, lifestyle sekarang kalau mau beli handphone  harus mikirin cameranya berapa mega pixel, videonya udah HD blum, touch screen gak, OSnya android apa bukan,  ? Sampai saya baca dikompas  Minggu kemarin terkait aplikasi instagram sudah support os android katanya kira2 gini :

“don’t follow me if you are using instagram for android ”

Dari tweet itu bisa kita simpulkan saat ini brand become people religion, brand sudah seperi agama..sampe segitunya ya..

Soo take less to live more..

take less to live more

Pengen nulis lebih lagi terkait tweet ogut kemarin ” zaman sudah berubah tapi sebenernya yang dibutuhkan manusia dari dulu gak berubah ”

Memang kita sadari zaman sudah berubah apalagi hidup di kota2 besar  yang namanya teknologi informasi tahu sendiri perkembangannya yang saat ini merubah gaya hidup manusia. Smart phone, notebook, remote tv, email, facebook, confrence, blackberry, mesin cuci, dan buanyaak lagi. Semua jadi dibikin gampang tinggal ketik selesai, tinggal jepret jadi, tinggal email terkirim, tinggal sms banking  lunas , tinggal gesek bayar dll.

Melihat semua ini  korporasi, perusahaan besar sony, mac, toshiba, sharp, blackberry, pizza hut, toyota, honda, mc donald, canon, hp, microsoft, samsung dsb berlomba-lomba mempersiapkan strategi marketing, promosi untuk “meng-sugesti” kita semua bahwa produk mereka memberi solusi, bermanfaat, dan dibutuhkan oleh kita semua. Kerennya lagi mereka sudah planning jangka panjang  dan gak pernah berhenti agar kita semua secara berkelanjutan membeli produk mereka.

Saya akui beberapa menurut saya memang diperlukan, ga tau deh apa saya jadi korban corporate juga kali ya hehe..

Yang manusia butuhkan manusia sebenarnya terbatas sekali, contoh sederhana adalah makanan kita sehari-hari. Sebenarnya yang dibutuhkan untuk tubuh kita untuk kenyang setelah lapar gak banyak. Tapi gara2 gambar menu yang menarik seperti beli paket A, paket B, dst jadilah yang tadinya cuma butuh menu A jadi pilih paket B 🙂

Lain contoh mengenai gadget or smart phone, bulan ini tipe smartphone A, bulan depan baru lagi tipe B, bulan depan lagi merk lain dengan tipe yang lebih canggeeh bin ajaib dan sebagainya. Sebenernya kan yang dibutuhkan bisa telpon2an + sms or bb-an lah minimum. Namun akibat strategi global korporasi, lifestyle sekarang kalau mau beli handphone  harus mikirin cameranya berapa mega pixel, videonya udah HD blum, touch screen gak, OSnya android apa bukan,  ? Sampai saya baca dikompas  Minggu kemarin terkait aplikasi instagram sudah support os android katanya kira2 gini :

“don’t follow me if you are using instagram for android ”

Dari tweet itu bisa kita simpulkan saat ini brand become people religion, brand sudah seperi agama..sampe segitunya ya..

Soo take less to live more..

 

 

 

jangan menyerah, berserah boleh

Jangan menyerah, berserah boleh..

Itulah yang nempel di otak saya ketika dengerin talkshow di radio smart FM dengan petualang dunia asal Bandung, Jeffrey Ronny Polnaja alias Kang Jeje. Kang Jeje adalah orang Indonesia pertama yang berhasil mengelilingi dunia dengan sepeda motor  dengan campaign ” Ride for Peace “.

Dari suara Kang Jeje yang berat, simple namun berwibawa padahal saya baru denger suara dia dan baru tau ini orang. Tapi saya langsung percaya apa yang dia ngomong karena sudah terbukti emang Kang Jeje sudah berhasil mengelilingi dunia dengan motornya, simple ! Emang kalo praktisi tuh udah pasti omongannya berisi dan sudah terbukti.

Kang Jeje bercerita tentang suka duka selama diperjalanan namun Kang Jeje bisa memutarbalikan suka duka tersebut menjadi suka suka dalam perjalanan hehe..

Pernah juga Kang Jeje dirampok,  barang habis semuanya kecuali motor namun beliau hanya ikhlasin saja. Dan suatu hari kemudian dia dapat telpon menanyakan suatu foto dan menawarkan foto itu dibeli dan akhirnya Kang Jeje asal nyebut 1000 dollar dan laku !

Filosofinya sangat simple jika kita memberi manfaat, berbuat kebaikan, hal itu ibarat menanam biji tanaman kebaikan. Bayangin aja kalau kita tanam 1 biji bibit tanaman terus tanaman itu berkembang terus berbuahnya banyaakk ototmatis kita petiknya bukan 1 buah saja namun banyakkk juga kan ?

Teori yang dia putar balik lagi adalah merasa nyaman di zona tidak nyaman. Banyak pembicara motivator agar kita segera keluar dari zona nyaman namun Kang Jeje zona tidak nyaman pun bisa dibikin nyaman sama dia. Terbukti berbagai medan, cuaca yang frontal berbeda dapat dia lalui dengan enjoy. Kuncinya ketika saya mengendarai motor tidak fokus kepada jarak yang masih jauh tapi saya terus mencoba menikmati setiap moment dijalan.

Dalam emailnya dia menulis: “Banyak yang menolong dengan memberi makan minum dan penginapan gratis,” bahkan pernah nginap gratis di kamar hotel bertarif US$ 3.000 per malam yang menanggung adalah seorang pengusaha di Dubai, Uni Emirat Arab.

Kemudahan seperti ini tak lepas dari karakter Kang Jeje yang ramah, gampang
bergaul, dan komunikatif. Walau hanya menguasai bahasa Inggris tak menjadi kendala untuk berkomunikasi dengan penduduk negara asing. Jika sudah mentok, ia biasa menggunakan bahasa “tarzan”. Dan ternyata bisa dipahami. Salah satu bukti keampuhan gaya komunikasi Kang Jeje adalah saat ditodong senjata oleh milisi remaja berusia 16 tahun di Laos. Kang Jeje berupaya tenang, lalu mulai mengeluarkan kartu dan main sulap. Mereka jadi terhibur dan membolehkan Kang Jeje lewat. Hebring Euy…

Semua kejadian tergantung kita me-manage pikiran dan perasaan kita dalam menyikapi suatu kejadian. Contoh yang beliau alami ketika dijalan hujan terkadang kita berfikir ” wah nanti bakalan sakit nih ” namun waktu itu saya malah berfikir Alhamdullilah baju jadi adem, gak panas.

Berusahalah baru kita berserah.

 

jangan menyerah, berserah boleh

Jangan menyerah, berserah boleh..

Itulah yang nempel di otak saya ketika dengerin talkshow di radio smart FM dengan petualang dunia asal Bandung, Jeffrey Ronny Polnaja alias Kang Jeje. Kang Jeje adalah orang Indonesia peratama yang berhasil mengelilingi dunia dengan sepeda motor  dengan campaign ” Ride for Peace “.

Dari suara Kang Jeje yang berat, simple namun berwibawa padahal saya baru denger suara dia dan baru tau ini orang. Tapi saya langsung percaya apa yang dia ngomong karena sudah terbukti emang Kang Jeje sudah berhasil mengelilingi dunia dengan motornya, simple ! Emang kalo praktisi tuh udah pasti omongannya berisi dan sudah terbukti.

Kang Jeje bercerita tentang suka duka selama diperjalanan namun Kang Jeje bisa memutarbalikan suka duka tersebut menjadi suka suka dalam perjalanan hehe..

Pernah juga Kang Jeje dirampok,  barang habis semuanya kecuali motor namun beliau hanya ikhlasin saja. Dan suatu hari kemudian dia dapat telpon menanyakan suatu foto dan menawarkan foto itu dibeli dan akhirnya Kang Jeje asal nyebut 1000 dollar dan laku !

Filosofinya sangat simple jika kita memberi manfaat, berbuat kebaikan, hal itu ibarat menanam biji tanaman kebaikan. Bayangin aja kalau kita tanam 1 biji bibit tanaman terus tanaman itu berkembang terus berbuahnya banyaakk ototmatis kita petiknya bukan 1 buah saja namun banyakkk juga kan ?

Teori yang dia putar balik lagi adalah merasa nyaman di zona tidak nyaman. Banyak pembicara motivator agar kita segera keluar dari zona nyaman namun Kang Jeje zona tidak nyaman pun bisa dibikin nyaman sama dia. Terbukti berbagai medan, cuaca yang frontal berbeda dapat dia lalui dengan enjoy. Kuncinya ketika saya mengendarai motor tidak fokus kepada jarak yang masih jauh tapi saya terus mencoba menikmati setiap moment dijalan.

Dalam emailnya dia menulis: “Banyak yang menolong dengan memberi makan minum dan penginapan gratis,” bahkan pernah nginap gratis di kamar hotel bertarif US$ 3.000 per malam yang menanggung adalah seorang pengusaha di Dubai, Uni Emirat Arab.

Kemudahan seperti ini tak lepas dari karakter Kang Jeje yang ramah, gampang
bergaul, dan komunikatif. Walau hanya menguasai bahasa Inggris tak menjadi kendala untuk berkomunikasi dengan penduduk negara asing. Jika sudah mentok, ia biasa menggunakan bahasa “tarzan”. Dan ternyata bisa dipahami. Salah satu bukti keampuhan gaya komunikasi Kang Jeje adalah saat ditodong senjata oleh milisi remaja berusia 16 tahun di Laos. Kang Jeje berupaya tenang, lalu mulai mengeluarkan kartu dan main sulap. Mereka jadi terhibur dan membolehkan Kang Jeje lewat. Hebring Euy…

Semua kejadian tergantung kita me-manage pikiran dan perasaan kita dalam menyikapi suatu kejadian. Contoh yang beliau alami ketika dijalan hujan terkadang kita berfikir ” wah nanti bakalan sakit nih ” namun waktu itu saya malah berfikir Alhamdullilah baju jadi adem, gak panas.

Berusahalah baru kita berserah.

 

my jakarta (toughest place to be a binman)

Miris,sedih,  malu hati, terharu campur aduk..

Asli miris ngeliat video dokumentasi yang dibuat televisi BBC Toughest Place to be…a Binman (Tempat tersulit untuk menjadi…tukang sampah) Februari lalu.Mungkin kalo di Indonesia acaranya “Jika Aku Menjadi ” yang ditayangin oleh Trans TV. Nah yg ini Wilbur Ramirez binman (tukang sampah) asal Inggris yang di trial ke Jakarta selama 10 hari untuk menjadi tukang sampah Jakarta di daerah Guntur dengan Pak Imam Syafi

Malu Hati karena gw pribadi sebagai warga jakarta gak bisa berbuat apa2. Malunya lagi malah orang Inggris ini yang bisa berbuat apa-apa untuk membantu Pak Imam dan semua komunitas tukang sampah di Jakarta dengan menggelar malam dana untuk tukang sampah Jakarta

Ini dia

http://news.detik.com/read/2012/03/30/205133/1881665/934/malam-dana-untuk-tukang-sampah-jakarta

http://www.antaranews.com/berita/304267/konser-musik-london-untuk-tukang-sampah-jakarta

Dari video itu keliatan banget Wilbur nyolottt abis dengan sistem manajemen sampah yang ada di Jakarta. Dia juga sedih sampai nangis +  saluutttt dengan Pak Imam yang tetap senyum, humble untuk bekerja membiayai anak,istri, ibunya tercinta yang tinggal satu kotakan rumah yang didepannya gundukan sampah. Wilbur gak bisa bayangin jika ini terjadi pada anak dan keluarganya, dia sangat berempati dengan nasib anak2 yang Bapaknya bekerja sebagai tukang sampah dari sisi pendidikan, asuransi, berobat, dll. Dan lagi2 bingung dengan sistem yang ada…dan diapun nangis lagi, padahal badan gede, botak, item lagi..but he’s is the truly human being..

“Kami ingin membantu banyak hal termasuk dalam pendidikan anak-anak tukang sampah yang kami temui dan juga bantuan kesehatan juga….yang jelas tujuan kami banyak,”  – Wilbur Ramirez (Bin Men from England )

Always pray for Jakarta will be a better place to live ..one day..Amiin.

Link lain :

http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2012/01/31/london-binman-beda-nasib-dengan-binman-jakarta

my jakarta (toughest place to be a binman)

Miris, malu hati, terharu campur aduk..

Asli miris ngeliat video dokumentasi yang dibuat televisi BBC Toughest Place to be…a Binman (Tempat tersulit untuk menjadi…tukang sampah) Februari lalu.Mungkin kalo di Indonesia acaranya “Jika Aku Menjadi ” yang ditayangin oleh Trans TV. Nah yg ini Wilbur Ramirez binman (tukang sampah) asal Inggris yang di trial ke Jakarta selama 10 hari untuk menjadi tukang sampah Jakarta di daerah Guntur dengan Pak Imam Syafi

Malu Hati karena gw pribadi sebagai warga jakarta gak bisa berbuat apa2. Malunya lagi malah orang Inggris ini yang bisa berbuat apa-apa untuk membantu Pak Imam dan semua komunitas tukang sampah di Jakarta dengan menggelar malam dana untuk tukang sampah Jakarta

Ini dia

http://news.detik.com/read/2012/03/30/205133/1881665/934/malam-dana-untuk-tukang-sampah-jakarta

http://www.antaranews.com/berita/304267/konser-musik-london-untuk-tukang-sampah-jakarta

Dari video itu keliatan banget Wilbur nyolottt abis dengan sistem manajemen sampah yang ada di Jakarta. Dia juga sedih sampai nangis +  saluutttt dengan Pak Imam yang tetap senyum, humble untuk bekerja membiayai anak,istri, ibunya tercinta yang tinggal satu kotakan rumah yang didepannya gundukan sampah. Wilbur gak bisa bayangin jika ini terjadi pada anak dan keluarganya, dia sangat berempati dengan nasib anak2 yang Bapaknya bekerja sebagai tukang sampah dari sisi pendidikan, asuransi, berobat, dll. Dan lagi2 bingung dengan sistem yang ada…dan diapun nangis lagi, padahal badan gede, botak, item lagi..but he’s is the truly human being..

“Kami ingin membantu banyak hal termasuk dalam pendidikan anak-anak tukang sampah yang kami temui dan juga bantuan kesehatan juga….yang jelas tujuan kami banyak,”  – Wilbur Ramirez (Bin Men from England )

Always pray for Jakarta will be a better place to live ..one day..Amiin.

Link lain :

http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2012/01/31/london-binman-beda-nasib-dengan-binman-jakarta/