nekad saja bersyukur

SOMBONG, Nabi SAW telah bersabda ” Barangsiapa tawadhu karena Allah, maka Allah akan meninggikannya, dan barang siapa sombong, maka Allah akan merendahkannya”.. dan barangsiapa rela dengan sedikit, dia akan mendapatkan banyak. Barangsiapa rela dihina ia akan mulia. Relalah dengan kerendahan sehingga keadaanmu akan berbalik. Barangsiapa merendah dan rela pada takdir, Allah SWT akan meninggikannya, sesungguhnya Allah Maha kuasa atas segala sesuatu (Menjadi Kekasih Allah oleh  Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Tawadhu = Rendah Hati

Pesan di atas ogut dapat dari broadcast message dari Bokap dan menarik perhatian di kata-kata “rela sedikit untuk dapat banyak” ini sama artinya dengan ” Sesungguhnya jika kami bersyukur, niscaya Allah akan menambahkan nikmat kepadamu. Tetapi jika kami mengingkari nikmat Allah maka pasti adzab Allah amatlah pedih ( QS Ibrahin:7)

Sederhananya jika kita sedang dilanda kekurangan apapun itu finansial, materi, pekerjaan, hubungan dsb maka bersyukurlah, nah lo !

Lagi susah kok disuruh bersyukur intinya sih begitu, mikir realistis aja, begitulah kira kira tapi yaa itulah solusinya. Yang ngomong bukan lagi pakar ilmu pengetahuan namun langsung dari DIA, Allah SWT jadi nekad saja bersyukur.

Pengalaman ogut memang butuh latihan untuk nekad bersyukur dan perlu kenekatan tingkat tinggi, setelah dicoba, coba, dan dicoba maka sesungguhnya nikmat Allah itu dekat sekali dengan kita asal syarat kebahagiaan kita, kita sederhanakan atau kita gampangin lagi

misal : saya bahagia dan merasa sukses karena hari ini saya dapat ilmu dan belajar lebih , saya bahagia dan merasa sukses karena sampai saat ini masih diberi nikmat sehat, nikmat keluarga sehat, teman baik, pekerjaan halal, rumah tempat berteduh, anak sehat, makan cukup bahkan lebih dsb.

mari #nekadsyukur

Advertisements

syukur

Senin malam kemarin saya nonton acara Mobbed di B Channel yaitu acara reality show America dimana episode nya “Best Wedding Proposal Ever !! ” Dimana seorang wanita di “kerjain” abis-abissaaan oleh pacarnya dengan tujuan melamarnya untuk menjadi istri dan langsung nikah di TKP !

watch this video and cry a bit

Satu kata KEREN !!

Jika kita lihat wanita ini nangisss sejadi-jadinya dari mulai di restaurant dimana dia mulai dikerjain sampai prosesi pernikahan dan berlanjut lagi. Dia nangis bukan karena sedih melainkan nangis karena sangking senengnya, sangking bahagianya sampai-sampai gak brenti-brenti tuh nangis.

Nah pause dulu sampai disini, ganti topik

Beberapa hari lalu saya membaca buku “Dahsyatnya Syukur” karangan Syafil Al-Bantanie. Salah satu bab dikisahkan :

“Siti Aisyah menuturkan, Suatu malam, Rasulullah SAW datang kepadaku dan kami tidur di tempat tidur hingga tubuh beliau bersentuhan dengan tubuhku. Setelah beberap saat, beliau berkata. ” Wahai putri Abu Bakar, izinkanlah aku bangun untuk beribadah kepada Tuhanku.” Aku menjawab,’ Saya senang berdekatan dengan bagina tapi saya mengizinkannya.

Kemudian Beliau bangun, pergi ke tempat air dan berwudhu, lalu sholat. Beliau mulai menangis hingga air matanya membasahi dadanya, kemudian Beliau rukuk dan terus menangis lalu sujud dan terus menangis lalu mengangkat kepala dan terus menangis. Beliau dalam keadaan demikian sampai Bilal datang dan memanggil Beliau untuk sholat subuh.

Aku bertanya kepada Beliau, ‘ Apakah yang menyebabkan Baginda menangis wahai Rasulullah, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa Baginda, baik yang dahulu maupun yang akan datang? ‘

Beliau menjawab, ‘ Tidaklah engkau suka aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?”……

Nah mungkin Kakak2 bisa menangkap korelasinya dengan topik yang di atas dengan kisah Rasulllah barusan, dimana wanita itu menangis habis2-an sangking bahagianya dia, bersyukurnya  dia, bertuntungnya dia mendapatkan pasangan hidup yang dapat membahagiakannya.Dengan packaging acara Mobbed tersebut yang mana butuh persiapan  matang banget, dari director, talent2 yang jumlah ratusan, tempat, latian, lighting, dan sebagainya.

Lalu saya baru dapat membayangkan sedikiitt banget gambaran Rasullulah ketika beliau menangis  pada sholat dimalam hari sampai subuh bukan untuk meminta kepada Allah namun sebagai ucapan rasa syukur, bahagianya Beliau kepada Allah atas segala nikmat-nikmatNYA, Subhanallah..

Tidak perlu persiapan khusus, sesungguhnya kenikmatan2 itu sudah ada disekeliling kita jika kita fokus terhadap apa yang sudah kita miliki dan tidak fokus apa yang ingin kita miliki. Seperti kesehatan, teman baik, tempat berteduh, pekerjaan, penghasilan, anak, istri, keluarga, makanan, minuman, dan sebagainya.

PRnya adalah lagi2 butuh kesadaran spiritual bukan hanya aktivitas religius untuk mencapai hal tersebut semoga kita semua adalah hamba2 yang ahli dalam bersyukur..Amieenn

udet