Cara Misteri Allah Mengabulkan Doa

Ketika berdoa minta dibangunkan untuk sholat Tahajud terkadang bangun ketika alarm berbunyi dan langsung tidur lagi dengan alarm langsung dimatikan. Dan ketika berdoa minta dibangunkan malam dengan keadaan segar, seketika malam hari anakpun ngombol dan sayapun terpaksa bangun dengan sambil mengantuk harus membersihkan tempat tidur dengan bolak-balik kamar mandi. Dan setelah semua rapih anak udah tidur lagi, sayapun sudah seger dan tersadar mau latian disiplin Tahajud Alhamdullilah berkat anak ngompol sayapun jadi seger untuk Tahajud walaupun mulanya rada kesel.

Cerita lain guru sekolah anak mengingatkan saya agar buku Pendidikan Agama Islam (PAI) Khosyi jangan lupa dibawa besok dan saya terbesit dan berdoa didalam hati minta tolong Allah untuk diingatkan. Sore harinya anak tiba2 bilang ke saya:

“Papi besok Kamis ada rapat komite di sekolah,” dan sayapun respon  “Lah bukannya Jumat kak? ” anakpun kekeh bahwa rapatnya besok Kamis dan sayapun yakin rapatnya Jumat jadilah perdebatan hehe.. Gara-gara ngomongin kegiatan sekolah anak mendadak ingat buku PAI Khosyi yang harus dibawa besok dan saya langsung bilang ke anak untuk diambil dan dimasukkan ke tas. Allhamdullilah doa terkabul

Bukannya sok religius tapi yaa ini coba membiasakan doa dalam hal apapun dan sampai hal sekecil apapun. Karena daun jatuhpun gak bakalan jatuh tanpa se-ijin Allah SWT.

Setiap dibalik kejadian yang kita anggap negatif ada sesuatu bungkusan hadiah yang isinya terkabulnya doa kita dan  kado itu sering kali datang dari jalan yang tidak disangka-sangka.

Semoga bermanfaat

@papiudet
@MacaroniMami
@dikidicom
@hijabmami

10 Menit Berharga Dengan Anak Setiap Hari

Salah satu kebiasaan saya ketika nganter anak sekolah selama 10-15 menit adalah ngobrol  di motor, kenapa? ini dia teori asal saya

  1. Karena anak baru mandi dan otaknya masih seger
  2. Jika naik motor lebih fokus karena anak tidak terganggu oleh hal lain kecuali lihat sekitarnya.
  3. Kebetulan jalan yang saya lalui dari rumah hingga sekolah masih sepi, gak berisik, dan udara masih kondusif
  4. Anakpun saya minta duduk didepan agar pembicaraan lebih enak.
  5. Dan pastinya tetap harus berhati-hati hehe

Kondisi inilah menurut saya waktu tepat untuk memberi stimulus anak, baik itu menanyakan teman2 sekolahnya, ngapain aja dia dan saya ngapain aja, saling memotiviasi, saling memberikan pelajaran hidup , ada masalah apa aja dengan temannya dan sayapun curhat masalah apa yang saya alami ke anak tentunya harus pilih2 yang mana ya. Dan saya dan anakpun saling berkomentar dan berkomunikasi sambil menikmati perjalan ke sekolah. Selama 10 menit terjadilah komunikasi dua arah dimana orang tua bukan sebagai pengajar saja tetapi juga sebagai yang diajari oleh anak baik cara dia merespon suatu kejadian atau hal apapun yang kita bisa lihat insight dari anak.

Karena itulah saya selalu memanfaatkan semaksimal mungkin pada saat mengantar anak sekolah. Namun jika kita mengantarnya naik mobil prefer jangan dikasi gadget dan matiin radio/tape dan ngobrollah dua arah saling curhat seperti di atas, harapan akan terbangunnya saling percaya antara orang tua dan anak.

Lagi-lagi ini cuma teori saya jangan langsung percaya dan sayapun saat ini belum menjadi orang tua yang ideal untuk keluarga saya namun tetap semangat untuk selalu belajar dan minum milo setiap hari!

Semoga bermanfaat.

@papiudet

 

 

Test Time Lapse iPhone 4s

Malam tadi coba time-lapse menggunakan iPhone 4S dengan iOS 8.1.2 yang otomatis sudah terintergrasi di dalam iPhone. Seperti biasa anak menjadi talentnya dengan konsep bermain jigsaw puzzle jadilah time lapse berdurasi 14 detik.

Untuk lagu sendiri menggunakan Youtube Video Editor yang sudah ada free music sesuai kategori yang kita inginkan. Inilah hasilnya lumayan lah hehe.

Apps iPhone selalu menarik untuk dicoba dari yang gratis hingga yang berbayar tapi pastikan kita memakainya untuk yang produktif ya hehe

@papiudet

9 Cara Mendidik Anak Dalam Islam

Seperti kita sudah tau jika ingin menjadi pilot harus sekolah kemana, jika ingin jadi arsitek sekolahnya dimana, jika ingin jadi dokter sekolahnya kemana dan kita bisa langsung mengetahui estimasi biaya untuk membeli ilmu dari pakarnya dengan sistem yang sedemikian rupa dari fasilitas, lokasi dan sebagainya sampai kita lulus dan dianggap sebagai ahlinya. Tapi untuk menjadi orang tua yang bener? ini gak ada sekolahnya bung.. Orang tualah yang harus mencari tau baik dari sumber agama ataupun sumber lainnya seperti buku, seminar2 dsb. Saya belajar mendidik anak berdasarkan warisan dari orang tua saya dan berdasarkan dari sharing dari temen2, dan internet. Hal seharusnya yang menjadi acuan saya sebagai muslim adalah Al Quran dan Sunah Rasullulah SAW.

Harus mempunyai kemauan dan tekad untuk menjadi orang tua yang baik dan bener, sayapun masih jauh dari ideal sebagai orang tua. Karena menurut saya anaklah sesungguhnya investasi yang paling berharga untuk kita baik di dunia dan kelak di akhirat. Anak bukan hanya dibesarkan dikasih makan, disekolahkan, dikuliahkan, kerja, nikah dan kita sebagai orang tua hanya menitipkan anak di sekolah, kerja mencari nafkah dan sebagainya sedangkan dirumah hanya sekedar mampir, tumpang tidur menyapa anak, tanya ada PR apa gak? udah makan belum? dan seterusnya. Namun jarang berkomunikasi secara intens tanpa gadget ditangan dengan anak kita, bermain bareng, keluar rumah hanya sekedar jalan2 pagi, menganalisa karakter mereka seperti apa, tauhid mereka apakah sudah ditanamkan sejak dini dan seterusnya.

Orang tua khususnya di kota besar banyak terjebak dengan rutinitas duniawi tanpa sadar diri bahwa orang tualah yang harusnya menjadi sumber tauladan dalam kehidupan anak-anak kita. Sederhana sekali yang diajarkan nabi untuk merubah anak kita menjadi lebih baik akhlaknya yaitu perbaiki diri kita maka Insya Alloh anak akan berubah sesuai tingkah laku orang tuanya.

  • Jika ingin anaknya sholat tepat waktu maka orang tuanya harus…
  • Jika anaknya doyan baca Quran maka orang tuanya harus…
  • Jika anaknya ingin sopan santun maka orang tuanya harus?…
  • dan seterusnya… *isi sendiri titik2nya ya hehe..

Ujung-ujungnya jika ingin merubah anak dalam hal apapun maka orang tuanyalah yang harus berubah dan berani untuk instrospeksi diri dan nekad menekan ego bahwa tidak selalu orang tua yang benar dan anak selalu dalam posisi salah sehingga anak selalu menjadi korban ke egoisan ortu.

Tak hentinya saya mencoba test dan ukur apa yang sudah saya ajarkan kepada anak. Sayangnya tidak ada yang dapat menjadi bahan percobaan selain anak kita sendiri. Jadi referensi saya satu2nya dalam mendidik anak adalah Al Quran dan As Sunnah. Jujur sayapun masih jauh sebagai ahli dalam mendidik anak dalam Islam. Namun tak ada kata telat untuk terus belajar apalagi dizaman yang serba digital dimana informasi  begitu bebas, dan mudah didapat.

Berikut ini saya kutip dari portal dakwah Syiar.co oleh ustadz Bachtiar Nasir urutan yang harus dilakukan sebagai orang tua dalam mendidik anak sesuai Al Quran tercantum dalam surah Luqman ayat  12-19 jelas mengenai metode pembentukan karakter dalam mendidik anak sesuai Al Quran. Berikut point-point metode pendidikan anak menurut Al Quran:

  1. Jangan Syirik, jangan mempersekutukan Allah.
  2. Berbuat baik, berbakti kepada orang tua.
  3. Merasa dalam pengawasan oleh Allah
  4. Mendirikan Sholat
  5. Mengajarkan kepada anak ilmu Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang dibarengi dengan kesabaran dalam mendidik anak.
  6. Jangan sombong dan
  7. Jangan angkuh (bangga diri)
  8. “Sederhanakan” anakmu dalam berjalan
  9. “Lunakkanlah” suara anakmu.

Video lengkapnya bisa di Youtube disini

Setuju sekali dengan praktisi parenting Ayah Edy yaitu mari kita bangun Indonesia yang kuat dari keluarga

Semoga bermanfaat

@papiudet
dikidicom
MacaroniMami

 

 

activate javascript

activate javascript

9 Cara Mendidik Anak Dalam Islam

Seperti kita sudah tau jika ingin menjadi pilot harus sekolah kemana, jika ingin jadi arsitek sekolahnya dimana, jika ingin jadi dokter sekolahnya kemana dan kita bisa langsung mengetahui estimasi biaya untuk membeli ilmu dari pakarnya dengan sistem yang sedemikian rupa dari fasilitas, lokasi dan sebagainya sampai kita lulus dan dianggap sebagai ahlinya. Tapi untuk menjadi orang tua yang bener? ini gak ada sekolahnya bung.. Orang tualah yang harus mencari tau baik dari sumber agama ataupun sumber lainnya seperti buku, seminar2 dsb. Saya belajar mendidik anak berdasarkan warisan dari orang tua saya dan berdasarkan dari sharing dari temen2, dan internet. Hal seharusnya yang menjadi acuan saya sebagai muslim adalah Al Quran dan Sunah Rasullulah SAW.

Harus mempunyai kemauan dan tekad untuk menjadi orang tua yang baik dan bener, sayapun masih jauh dari ideal sebagai orang tua. Karena menurut saya anaklah sesungguhnya investasi yang paling berharga untuk kita baik di dunia dan kelak di akhirat. Anak bukan hanya dibesarkan dikasih makan, disekolahkan, dikuliahkan, kerja, nikah dan kita sebagai orang tua hanya menitipkan anak di sekolah, kerja mencari nafkah dan sebagainya sedangkan dirumah hanya sekedar mampir, tumpang tidur menyapa anak, tanya ada PR apa gak? udah makan belum? dan seterusnya. Namun jarang berkomunikasi secara intens tanpa gadget ditangan dengan anak kita, bermain bareng, keluar rumah hanya sekedar jalan2 pagi, menganalisa karakter mereka seperti apa, tauhid mereka apakah sudah ditanamkan sejak dini dan seterusnya.

Orang tua khususnya di kota besar banyak terjebak dengan rutinitas duniawi tanpa sadar diri bahwa orang tualah yang harusnya menjadi sumber tauladan dalam kehidupan anak-anak kita. Sederhana sekali yang diajarkan nabi untuk merubah anak kita menjadi lebih baik akhlaknya yaitu perbaiki diri kita maka Insya Alloh anak akan berubah sesuai tingkah laku orang tuanya.

  • Jika ingin anaknya sholat tepat waktu maka orang tuanya harus…
  • Jika anaknya doyan baca Quran maka orang tuanya harus…
  • Jika anaknya ingin sopan santun maka orang tuanya harus?…
  • dan seterusnya… *isi sendiri titik2nya ya hehe..

Ujung-ujungnya jika ingin merubah anak dalam hal apapun maka orang tuanyalah yang harus berubah dan berani untuk instrospeksi diri dan nekad menekan ego bahwa tidak selalu orang tua yang benar dan anak selalu dalam posisi salah sehingga anak selalu menjadi korban ke egoisan ortu.

Tak hentinya saya mencoba test dan ukur apa yang sudah saya ajarkan kepada anak. Sayangnya tidak ada yang dapat menjadi bahan percobaan selain anak kita sendiri. Jadi referensi saya satu2nya dalam mendidik anak adalah Al Quran dan As Sunnah. Jujur sayapun masih jauh sebagai ahli dalam mendidik anak dalam Islam. Namun tak ada kata telat untuk terus belajar apalagi dizaman yang serba digital dimana informasi  begitu bebas, dan mudah didapat.

Berikut ini saya kutip dari portal dakwah Syiar.co oleh ustadz Bachtiar Nasir urutan yang harus dilakukan sebagai orang tua dalam mendidik anak sesuai Al Quran tercantum dalam surah Luqman ayat  12-19 jelas mengenai metode pembentukan karakter dalam mendidik anak sesuai Al Quran. Berikut point-point metode pendidikan anak menurut Al Quran:

  1. Jangan Syirik, jangan mempersekutukan Allah.
  2. Berbuat baik, berbakti kepada orang tua.
  3. Merasa dalam pengawasan oleh Allah
  4. Mendirikan Sholat
  5. Mengajarkan kepada anak ilmu Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang dibarengi dengan kesabaran dalam mendidik anak.
  6. Jangan sombong dan
  7. Jangan angkuh (bangga diri)
  8. “Sederhanakan” anakmu dalam berjalan
  9. “Lunakkanlah” suara anakmu.

Video lengkapnya bisa di Youtube disini

Setuju sekali dengan praktisi parenting Ayah Edy yaitu mari kita bangun Indonesia yang kuat dari keluarga

Semoga bermanfaat

@papiudet
dikidicom
MacaroniMami