Bagaimana Usaha Kecil bersaing dengan Usaha Besar ?

Postingan yang saya rasa cukup penting di copy paste  dari grup WA Indonesia Halal Center (IHC).Ibaratnya dibuang sayang.

Catatan pak Budi Isman 

Bagaimana Usaha Kecil bersaing dengan Usaha Besar ?

Di Zaman internet dan percepatan teknologi sekarang, pengusaha baru ataupun yang kecil sebetulnya punya banyak sekali kesempatan untuk bisa berkembang dan bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar yang sudah mapan.

Kejelian seorang entrepreneur memang di butuhkan untuk memanfaatkan semua sumberdaya yang ada di sekitarnya untuk mengembangkan usaha mereka. Kita tahu pada dasarnya hampir semua usaha yang besar sekarang berasal dari usaha yang kecil. Sudah sering kita dengar bagaimana Microsoft dan Apple mulai dari garase, Facebook dari asrama, maupun kisah-kisah pengusaha Indonesia yang berhasil mulai dari kecil.

Lalu kenapa pengusaha kecil harus mengeluh dan sering menyalahkan ke tidak-mampuan mereka untuk bersaing? Terutama dengan pemain besar?

Ada enam persoalan dasar entrepreneur pemula maupun kecil harus segera perbaiki atau di tingkatkan agar bisa bersaing:

1. Pengetahuan business

Pengetahuan business adalah persoalan utama buat mayoritas pengusaha pemula dan pengusaha kecil. Baik dari bagaimana memulai, buat rencana sederhana, marketing, Branding, packaging, sales dan distribusi, sampai pengetahuan sederhana operasional dan administrasi. 

Banyak teman-teman pengusaha kecil maupun pemula enggan untuk investasi dalam mendapatkan pengetahuan ini. Baik investasi uang untuk belajar maupun investasi waktu. Padahal ini akan sangat menentukan masa depan usaha mereka.

Di zaman internet dan global ini, banyak sekali pengetahuan yang bisa di dapatkan dengan gratis maupun dengan biaya yang sangat rendah. Banyak komunitas wirausaha yang juga memberikan ilmu-ilmu praktis ini buat anggota mereka. Namun sebagai pengusaha, saya sarankan anda untuk tidak pelit investasi dalam pengembangan pengetahuan bisnis.

2. Pasar dan distribusi

Apakah anda kesulitan untuk menjual produk atau jasa anda? Apa yang menyebabkannya?
Apakah calon konsumen anda sudah kenal produk anda? Dimana mereka bisa mendapatkannya kalau ingin mencoba?

Walaupun banyak pertanyaan dasar yang harus di jawab untuk meningkatkan penjualan anda, namun saya ingin coba fokus kepada satu hal saja untuk segera diperbaiki yaitu; tempat anda menjual dan distribusi dari produk dan jasa anda.

Sebagai pengusaha kecil atau pemula, mungkin kita di hadapkan kepada keterbatasan modal untuk buka toko sendiri, atau melakukan distribusi agar konsumen bisa melihat dan sekaligus membeli produk kita. Untuk itu kita harus manfaatkan teknologi yang ada untuk bisa berkembang. Pengusaha kecil atau pemula harus dan mungkin wajib memikirkan pemasaran secara “Online” melalui semua media yang bisa digunakan. Banyak tempat yang anda bisa gunakan secara gratis maupun berbayar untuk menjual produk anda secara on line. Ada Tokopedia, Bukalapak, OLX, Lazda, Zalora, Bhinneka.com, Yukbisnis, Onstore dan lainnya.

Melalui penjualan “online” ini pasar anda secara geografi sudah tidak terbatas. Selain itu, dari sisi cashflow, biasanya pembayaran yang di dapatkan adalah tunai “cash” sehingga akan meringankan beban biaya dana yang harus anda tanggung.

3. Modal kerja dan investasi

Modal dan investasi harus di kelola dengan baik agar kita tidak terjebak kedalam situasi terlalu banyak investasi yang tidak atau belum di butuhkan. Modal sendiri tetap lebih baik pada saat memulai bisnis dan jangan berhutang. Karena hutang ada biaya dan pengembalian yang harus di lakukan setiap bulan dan akan membebani pada saat awal bisnis berjalan.

Fokus pada penjualan dan peningatkan cashflow sehingga dana dan keuntungan yang masuk bisa sebagian digunakan untuk peningkatan bisnis untuk menjadi lebih besar. Dana yang ada sebaiknya di pakai lebih banyak untuk meningkatkan “revenue”/pendapatan.

4. Pemanfaatan Teknologi

Pengusaha sekarang jauh lebih beruntung dari pada pengusaha yang ada sebelum kemajuan teknologi internet dan digital begitu hebat. Seperti yang saya sampaikan di atas, walaupun kita kecil dan pemula, namun untuk bisa bersaing dengan “gajah” maka kita juga harus jeli menggunaan teknologi yang tersedia.

Pengusaha kecil dan pemula bagi saya sudah harus punya; computer, mobile phone, e-mail yang harganya sekarang sudah sangat terjangkau. Dengan adanya perangkat tersebut pengusaha kecil dan pemula bisa akses data, informasi maupun alat alat kerja digital yang gratis maupun yang berbiaya rendah.

Social Media tools: Facebook, Twitter, Instagram, Linkedin, Path dll

Video tools: Youtube, Periscope, Meerkat, streambox dll

Website Developer: Weebly, Wix, Webcom, Shopify, indowebsite dll

Live chat/video meeting: Skype, GoogleHangouts, Line, dll

Dan banyak lagi yang bisa anda cari sendiri. Intinya, hampir apa saja persoalan anda bisa anda coba carikan solusinya.

5. Administrasi keuangan, legalitas

Buat apa buat usaha kalau kita tidak bisa mendapatkan keuntungan? lalu apakah kita tahu bahwa bisnis kita ini ada untungnya? atau perkembangannya?

Manfaat kita disiplin dari awal untuk mulai membuat administrasi sederhana sangat banyak. Baik untuk diri kita sendiri maupun nantinya perlu di pakai untuk mencari dana dari bank, investor maupun untuk kerja sama dengan pihak lain. Jangan remehkan soal adminisitrasi, legalitas dari usaha anda. Termasuk disini adalah pendaftaran merek, logo, paten badan hukum, izin-izin dan sebagainya

6. Networking

Tidak ada pengusaha yang saya tahu tidak banyak teman atau network mereka. Keperluan kita untuk membangun network yang bermanfaat untuk usaha kita sagat penting. Kita bisa saling belajar, bekerja sama di bidang penjualan, permodalan, maupun hanya untuk sekedar berbagi pegalaman untuk menambah ilmu.

Cari teman-teman atau kelompok yang anda rasa ada menfaatnya untuk bisnis anda. Gabung dengan mereka dan gunakan secara positif. Setiap hari cari teman baru dan network baru bagi anda pribadi maupun bisnis anda agar suatu saat manfaatnya akan terasa.

Mudah-mudaha sedikit tulisan ini bisa bermanfaat untuk anda pengusaha pemula maupun pengusaha kecil yang tidak ingin hanya menjadi penonton dan bisa menyiapkan diri untuk bersaing dengan siapun nantinya.

Budi Isman, Jakarta 9 Agustus 2015